Pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa keselamatan di laboratorium rumah sakit merupakan bagian penting dalam melindungi tenaga kesehatan, pasien, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Laboratorium tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan sampel dan pendukung diagnosis penyakit, tetapi juga ruang kerja yang memiliki risiko karena berhubungan dengan bahan biologis, spesimen pasien, limbah infeksius, serta berbagai peralatan pemeriksaan. Disini dibahas penerapan sistem manajemen risiko biologis di delapan laboratorium rumah sakit rujukan COVID-19 di Indonesia yang berada di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Pada masa pandemi, permintaan pemeriksaan PCR dan antigen meningkat sehingga laboratorium harus mampu bekerja secara cepat, akurat, dan tetap memperhatikan keselamatan. Oleh karena itu, keamanan hayati dan pengamanan biologis perlu dijalankan melalui sistem yang jelas, tertulis, dan diterapkan secara konsisten.

Penilaian disini mengacu pada ISO 35001:2019, yaitu standar yang digunakan untuk mengatur pengelolaan risiko biologis di laboratorium. Standar ini mencakup beberapa unsur penting, seperti konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dukungan, pelaksanaan operasional, evaluasi kinerja, dan perbaikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian laboratorium telah menjalankan praktik keselamatan dalam kegiatan harian, tetapi belum seluruhnya memiliki sistem formal yang terdokumentasi dengan baik. Beberapa prosedur sudah dilakukan, namun masih ada laboratorium yang belum memiliki kebijakan khusus mengenai keamanan hayati, standar operasional tertulis yang lengkap, atau audit internal yang dilakukan secara rutin. Kesenjangan terbesar ditemukan pada aspek kepemimpinan, dukungan, dan evaluasi kinerja. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan keselamatan laboratorium tidak hanya ditentukan oleh petugas yang bekerja langsung dengan sampel, tetapi juga oleh komitmen pimpinan rumah sakit.

Pimpinan rumah sakit berperan penting dalam menyusun kebijakan, menyediakan fasilitas, memastikan ketersediaan alat pelindung diri, mendukung pelatihan, menetapkan petugas yang kompeten, serta membangun budaya keselamatan di laboratorium. Tanpa dukungan yang kuat dari pimpinan, penerapan keamanan hayati dapat berjalan hanya sebagai rutinitas kerja, bukan sebagai sistem yang benar-benar terukur. Disini juga ditekankan pentingnya penilaian risiko pada setiap aktivitas laboratorium, mulai dari penanganan sampel, penggunaan alat, pemakaian alat pelindung diri, pengelolaan limbah biologis, hingga kesiapan menghadapi keadaan darurat. Beberapa laboratorium telah memiliki prosedur untuk kebakaran, bencana alam, atau tumpahan bahan kimia, tetapi belum semuanya mempunyai rencana khusus untuk menangani insiden biologis. Padahal, kejadian kecil seperti wadah sampel yang pecah dapat menimbulkan risiko besar jika tidak segera ditangani dengan benar.

Secara umum, kegiatan operasional di beberapa laboratorium sudah berjalan cukup baik, terutama dalam pengendalian pekerjaan sehari-hari. Namun, evaluasi melalui audit internal masih perlu diperkuat agar laboratorium dapat mengetahui kelemahan yang ada dan memperbaikinya secara bertahap. Disini disarankan pendekatan plan-do-check-act sebagai cara untuk mendorong perbaikan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, laboratorium dapat merencanakan sistem keselamatan, menerapkannya, memeriksa hasil pelaksanaannya, lalu memperbaiki bagian yang belum sesuai. Pada akhirnya, keamanan laboratorium tidak hanya berarti memakai masker, sarung tangan, atau jas laboratorium, tetapi juga membangun sistem yang tertib, terdokumentasi, dan dipimpin dengan komitmen yang kuat. Laboratorium yang aman adalah laboratorium yang memiliki aturan jelas, tenaga kerja terlatih, catatan lengkap, evaluasi rutin, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri demi keselamatan semua pihak.

 

Referensi:

Handayani, W., Bowolaksono, A., Lestari, F., Kadir, A., Satyawardhani, S. A., Liana, D., Ananda, A. Z., & Gunaratnam, S. (2024). Bio-risk management systems: Biosafety assessment in COVID-19 referral hospitals in Indonesia. Safety, 2024

 

https://www.scopus.com/pages/publications/85196780904?origin=resultslist

(TFR)